Jumat, 08 Januari 2016

Panduan Tugas Akhir


PANDUAN TUGAS AKHIR


BAB I
PENDAHULUAN

A.     Karya Tulis Ilmiah 
Karya tulis  ilmiah merupakan bagian dari tuntutan formal akademik yang bertujuan membantu para mahasiswa, dalam mempersiapkan dan mengantarkan dirinya menjadi ilmuan tangguh yang sanggup menghasilkan pengetahuan ilmiah, setidak-tidaknya mampu menguji kebenaran ilmiah, yakni kebenaran yang tidak hanya didasarkan atas rasio, tetapi juga dapat dibuktikan secara empiris. Rasionalisme dan empirisme inilah yang menjadi tumpuan berpikir manusia. Rasionalisme mengandalkan kemampuan otak atau rasio atau penalaran, sedangkan empirisme mengandalkan bukti-bukti atau fakta nyata.
Sebuah karya tulis ilmiah merupakan hasil rangkaian gagasan yang merupakan hasil pemikiran, fakta, peristiwa, gejala, dan pendapat. Jadi, seorang penulis karya ilmiah menyusun kembali berbagai bahan informasi menjadi sebuah karangan yang utuh. Oleh sebab itu, penyusun atau pembuat karya ilmiah tidak disebut pengarang melainkan disebut penulis. Soeseno, (1981: 1).
Dalam uraian di atas dibedakan antara pengertian realitas dan fakta. Seorang pengarang akan merangkaikan realita kehidupan dalam sebuah cerita, sedangkan seorang penulis akan merangkaikan berbagai fakta dalam sebuah tulisan. Realistis berarti bahwa peristiwa yang diceritakan merupakan hal yang benar dan dapat dengan mudah dibuktikan kebenarannya, tetapi tidak secara langsung dialami oleh penulis. Data realistis dapat berasal dari dokumen, surat keterangan, press release, surat kabar atau sumber bacaan lain, bahkan suatu peristiwa faktual. Faktual berarti bahwa rangkaian peristiwa atau percobaan yang diceritakan benar-benar dilihat, dirasakan, dan dialami oleh penulis. Marahimin, (1994: 378).
Karya ilmiah memiliki tujuan dan khalayak sasaran yang jelas. Meskipun demikian, dalam karya ilmiah, aspek komunikasi tetap memegang peranan utama. Oleh karenanya, berbagai kemungkinan untuk penyampaian yang komunikatif tetap harus dipikirkan. Penulisan karya ilmiah bukan hanya untuk mengekspresikan pikiran tetapi untuk menyampaikan hasil penelitian. Kita harus dapat meyakinkan pembaca akan kebenaran hasil yang kita temukan di lapangan. Dapat pula, kita menumbangkan sebuah teori berdasarkan hasil penelitian kita. Jadi, sebuah karya ilmiah tetap harus dapat secara jelas menyampaikan pesan kepada pembacanya.
Karya tulis ilmiah dilihat dari jenisnya terdiri atas makalah, laporan buku, anotasi bibliografi, tugas akhir, skripsi, tesis, desertasi. Dilihat dari tujuan penulisannya, karya tulis ilmiah ditulis untuk memenuhi tugas-tugas perkuliahan, yaitu makalah, laporan buku, dan anotasi bibliografi. Serta ditulis sebagai syarat yang dituntut dari mahasiswa untuk menyelesaikan program studi, yaitu tugas akhir (D3), Skripsi (S1), Tesis (S2), Desertasi (S3).
Karya tulis ilmiah dalam bentuk makalah, laporan buku atau anotasi bibliografi merupakan bagian dari sistem SKS (Satuan Kredit Semester), yaitu merupakan komponen tugas-tugas berstruktur yang harus dipenuhi oleh para mahasiswa dalam satu mata kuliah. Jumlah makalah, laporan buku atau anotasi bibliografi yang harus dikerjakan mahasiswa tergantung pada SKS suatu mata kuliah.

B.     Tujuan Penyusunan Buku Pedoman
Buku pedoman ini disusun dengan maksud untuk memberikan pedoman umum kepada para dosen dan mahasiswa dalam penulisan karya ilmiah. Dengan adanya pedoman ini, diharapkan akan tercipta kesamaan bahasa mengenai pengertian dasar karya tulis ilmiah, lingkupnya, isinya, karakteristiknya dan format penulisannya.


BAB II
PENULISAN MAKALAH

A.     Pengertian Makalah
Makalah adalah karya tulis ilmiah mengenai suatu topik tertentu yang tercakup dalam ruang lingkup suatu perkuliahan. Makalah merupakan salah satu syarat untuk menyelesaikan suatu perkuliahan. Makalah hanya sebagian dari proses berpikir ilmiah. Artinya, dalam penyusunan makalah, tidak semua langkah berpikir ilmiah dipergunakan. Pada satu sisi ada makalah yang disusun hanya dengan berpikir rasional, yakni membahas masalah yang diajukan berdasarkan kajian teoritis, dan pada sisi lain ada makalah yang membahas masalahnya berdasarkan data empiris, berupa pemaparan dan pendeskripsian temuan data dilapangan. Kalaupun ada makalah hasil berpikir ilmiah, sifatnya hanya melaporkan secara tertulis hasil suatu penelitian.

B.     Karakteristik Makalah
Suatu makalah memiliki karakteristik sebagai berikut:
1.    Merupakan hasil kajian literature dan atau laporan pelaksanaan suatu kegiatan lapangan yang sesuai dengan cakupan permasalahan suatu perkuliahan.
2.    Mendemonstrasikan pemahaman mahasiswa tentang permasalahan teoritil yang dikaji atau kemempuan mahasiswa dalam menerapkan suatu prosedur, prinsip, atau teori yang berhubungan dengan perkuliahan.
3.    Mendemonstrasikan kemampuan meramu berbagai sumber informasi dalam kesatuan sintesis yang utuh.

C.     Syarat Penyusunan Makalah
1.   Harus menguasai bidang ilmu yang relevan dengan tema makalah
2.   Penulis makalah harus terampil mencurahkan gagasan ataupikirannya dalam bentuk bahasa tulisan ataubahasa ilmiah.
3.   Memiliki kemampuan mensistematikkan gagasan atau buah pikiran dalam bentuk alur-alur pikir yang logis sehingga mudah ditangkap maknanya oleh sipembaca.

D.     Sistematika Makalah
1.   Pendahuluan :
Pada bagian ini dikemukakan persoalan yang akan dibahas (latar belakang masalah, masalah, prosedur pemecahan masalah dan sistematika uraian).
2.   ISI :
Mendemonstrasikan kemampuannya dalam menjawab masalah yang diajukan.
3.   Kesimpulan :
Bagian ini merupakan kesimpulan dan bukan ringkasan isi. Kesimpulan adalah makna yang diberikan penulis terhadap hasil diskusi/uraian yang telah dibuatnya pada bagian ini. Dalam mengambil kesimpulan tersebut penulis makalah harus mengacu kembali ke permasalahan yang diajukan dalam bagian pendahuluan.


BAB III
PENULISAN LAPORAN BUKU, ANOTASI BIBLIOGRAFI DAN
ARTIKEL JURNAL ILMIAH

Pengertian
Laporan buku adalah karya ilmiah yang mendemonstrasikan pemahaman mahasiswa terhadap isi sebuah buku. Dalam laporan tersebut mahasiswa diharuskan merumuskan isi pokok pemikiran pengarang dari buku yang bersangkutan diikuti oleh pendapat mahasiswa terhadap isi buku. Rumusan isi pokok buku tersebut meliputi ruang lingkup permasalahan yang dibahas pengarang, cara pengarang menjelaskan dan menyelesaikan permasalahan yang diajukan, konsep danteori yang dikembangkan serta kesimpulan. Bagian akhir berisikan pendapat mahasiswa tentang isi buku tersebut.
Anotasi bibliografi adalah karya ilmiah yang menggambarkan pemahaman mahasiswa terhadap beberapa buku dan artikel berkenaan dengan suatu topik yang ada kaitannya dengan suatu mata kuliah. Berisi ringkasan singkat yang dituangkan dalam 2-3  paragraf tentang isi buku atau artikel. Laporan anotasi bibliografi memuat judul buku/ artikel, nama pengarang, tahun terbit, nama penerbit, kata-kata kunci, danpokok-pokok isi buku/artikel jurnal tersebut. Bagian akhir berisikan pendapat mahasiswa tentang buku atau artikel tersebut.
Laporan buku dan anotasi bibliografi bertujuan untuk memperluas dan memperdalam pemahaman mahasiswa tentang topik yang dibahas maka kriteria berikut ini perlu diperhatikan.
1.   Buku/artikel jurnal tersebut harus actual, paling tidak terbit pada 5 (lima) tahun terakhir. Semakin baru, semakin baik.
2.   Buku/artikel tersebut sebaiknya terpilih karena kualitas isinya.
3.   Buku/artikel jurnal yang lama dapat dijadikan bahan laporan sejauh dinilai amendasari kajian-kajian terbaru, misalnya karena buku tersebut merupakan master piece dalam bidangnya atau buku klasik. Sebagai contoh, The Republic karya Plato.


BAB IV
PENULISAN TUGAS AKHIR

A.     Pengertian
Tugas akhir adalah karya tulis ilmiah resmi akhir seorang mahasiswa dalam menyelesaikan program Diploma (D3). Tugas akhir merupakan bukti kemampuan akademik mahasiswa dalam penelitian yang berhubungan dengan masalah yang dikemukakan dalam tugas akhir. Tugas akhir disusun dan dipertahankan dalam suatu sidang ujian.

B.     Tujuan
Tujuan dalam Penulisan tugas akhir adalah memberikan pemahaman terhadap mahasiswa agar dapat berpikir secara logis dan ilmiah dalam menguraikan dan membahas suatu permasalahan serta dapat menuangkannya secara sistematis dan terstruktur.
Dengan mengerjakan tugas akhir diharapkan mahasiswa mampu merangkum dan mengaplikasikan semua pengalaman pendidikan untuk memecahkan masalah dalam bidang studi tertentu secara sistematis, logis, kritis, kreatif dan berbobot, berdasarkan data/ informasi yang akurat dan didukung analisis yang tepat dan menuangkannya dalam bentuk penulisan karya ilmiah.
Berdasarkan uraian di atas, maka diharapkan mahasiswa :
1.    Mampu membentuk sikap mental ilmiah (Adaptif, Afektif, Psikomotorik)
2.    Mampu mengidentifikasi dan merumuskan masalah penelitian yang berdasarkan rasional tertentu yang dinilai penting dan bermanfaat ditinjau dari beberapa segi.
3.    Mampu melaksanakan penelitian mulai dari penyusunan rancangan penelitian, pelaksanaan penelitian, sampai pelaporan hasil penelitian dalam bentuk naskah tugas akhir.
4.    Mampu melakukan kajian secara kuantitatif dan kualitatif dan menarik kesimpulan yang jelas serta mampu merekomendasikan hasil penelitiannya kepada pihak-pihak yang berkepentingan.
5.    Mampu mempresentasikan dan mempertahankan hasil tugas akhir di dalam forum ujian lisan di hadapan tim dosen penguji.

C.     Karakteristik
Tugas akhir ini berupa :
1.   Dimulai dengan tahapan pembuatan rencana, bagan, gambar yang disusun dari data serta objek kerjanya. Hasilnya dinilai berdasarkan standar kompetensi dan bersifat individu dan kelompok.
2.   Perancangan modifikasi komponen-komponen, melalui tahapan pembuatan rencana, bagan, gambar yang disusun dari data serta dibuat bedanya. Hasilnya dinilai berdasarkan standar kompetensi dan bersifat individu.
3.   Pemodelan komponen-komponen baik yang bersifat manual (konvensional) maupun berbasis teknologi komputer yang mungkin dikembangkan menjadi model teruji. Hasilnya dinilai berdasarkan standar kompetensi dan bersifat individu.
4.   Bagi mahasiswa yang istimewa berdasarkan penilaian pihak industri dan diberi kesempatan untuk mendalami bidang pekerjaan sesuai dengan kompetensi industri, yang bersangkutan diijinkan menulis tugas akhirnya dengan ada perjanjian pembimbingnya pihak industri dengan jurusan bersangkutan.

D. Pokok-pokok Pikiran

Sebuah laporan pengembangan sistem merupakan gabungan hasil dari kegiatan sebagai berikut :

1.    Perencanaan Sistem
2.    Analisis Sistem
3.    Perancangan Sistem
4.    Penyesuaian dan Pemilihan Sistem
5.    Penerapan Sistem
6.    Pengoperasian dan Pengevaluasian Sistem
Tentunya dalam Panduan Penulisan tugas akhir ini tidak akan dijelaskan secara terperinci isi kegiatan-kegiatan yang terkandung didalamnya tetapi lebih diarahkan kepada bentuk penulisan laporannya (out­line).
Laporan Pengembangan Sistem pada intinya dapat diidentikkan dengan sebuah karya arsitektur dimana kita melakukan suatu proses kreatifitas 'menciptakan' sesuatu yang tentunya harus dapat diterapkan sesuai dengan spesifikasi yang dibuat.
Karena hal tersebut di atas, maka kita tidak bisa menentukan bentuk laporan yang pasti tetapi kita hanya bisa menentukan pokok-pokok pikiran yang harus terkandung pada laporan tersebut, tentu saja hal ini disesuaikan dengan tujuan organisasi (institusi

BAB V
TEKNIK MENYUSUNAN DAN PENULISAN
KARYA TULIS ILMIAH

Karya Tulis Ilmiah adalah dokumen tentang sesuatu (alam) yang diperoleh melalui metode penelitian baik secara rasional (berdasarkan penelitian rujukan) maupun secara empiris berdasarkan penelitian laboratorium/ lapangan.
Jenis-jenis karya ilmiah adalah sebagai berikut:
a.    Artikel ilmiah, yaitu dituangkan/ dimuat dalam majalah, surat kabar, ataupun brosur. Penyajiannya secara populer, artinya analisis dan pembahasan masalah secara sederhana sehingga mudah dipahami oleh berbagai kalangan dalam masyarakat
b.    Buku pelajaran, yaitu suatu tulisan ilmiah yang memuat prinsip, dalih, hukum, dan teori tentang ilmu pengetahuan tertentu yang disusun untuk kepentingan pendidikan dan pengajaran
c.    Makalah, yaitu suatu karya tulis ilmiah yang berisi pembahasan tentnag suatu masalah untuk dibahas lebih lanjut dalam suatu pertemuan ilmiah, misalnya dalam seminar, lokakarya.
d.    Laporan penelitian, yakni laporan mengenai suatu proses penemuan yang menggunakan metodologi tertentu. Dalam proses ini, biasanya dilakukan percobaan-percobaan dan sebagai hasilnya disebut temuan ilmiah
Dua pendekatan utama dalam penelitian adalah:
a.    Pendekatan rasional artinya menggunakan pola berpikir deduktif, yakni dengan cara mengemukakan keterangan-keterangan berdasarkan teori/ pendapat yang telah ditemukan sebelumnya (berdasarkan rujuan-rujukan)
b.    Pendekatan empiris artinya menggunakan pola induktif, yaitu dengan cara mengemukakan fakta-fakta (berdasarkan hasil penelitian lapangan).
Tujuan penulisan karya ilmiah adalah :
a.    Memberi penjelasan
b.    Memberi komentar/penilaian
c.    Memberi saran
d.    Menyampaikan sanggahan
e.     Membuktikan hipotesis
f.      Membuat suatu rancangan
 Adapun cirri-ciri dalam penulisan karya ilmiah adalah sebagai berikut:
a.    Mendalam/ tuntas, yaitu masalah dibahas sampai ke akar-akarnya.
b.    Objektif, yaitu masalah dungkapkan sebagaimana adanya.
c.    Sistematis, yaitu masalah dibahas menurut pola tertentu sehingga jelas urutan dan kaitan antar unsur-unsur tulisan tersebut.
d.    Cermat, yaitu pembahasan dann penulisan sedapat mungkin tanpa kesalahan.
e.    Lugas, yaitu tanpa basa-basi, tetapi langsung mengenai masalah yang dikaji.
f.     Tanpa melibatkan perasaan seperti keharuan, kebencian, da kekaguman
g.    Berlaku umum, artinya kesimpulan berlaku bagi semua populasi kajian dengan menggunakan bahasa baku, tepat, ringkas dan jelas
Dalam penyusunan karya tulis ilmiah yang perlu diperhatikan adalah tehnik-tehnik penggunaan bahasa, tatacara penulisan, pengetikan format laporan, penulisan judul, penyajian gambar dan tabel, pencantuman kutipan, pembuatan catatan kaki, penataan daftar kepustakaan, penyusunan nama pada daftar kepustakaan, perbedaan penulisan catatan kaki dan daftar kepustakaan
A.   Teknik Menyusun Karya Tulis Ilmiah
  1. Penggunaan Bahasa
Bahasa yang digunakan untuk mengungkapkan pikiran menjadi kalimat yang benar dan baik dalam karya tulis ilmiah di tanah air ini adalah bahasa Indonesia. Karena itu perlu memahami kaidah-kaidah dalam bahasa Indonesia.
a.    Ragam bahasa ialah variasi pemakaian suatu bahasa yang secara umum tetap berpola pada bahasa induknya.
1)    Berdasarkan pemakai daerah, pendidikan, usia dan sikap pemakai bahasa.
2)    Berdasarkan Bidang Kegiatan/ mata pencaharian, sarana, dan gangguan pencampuran  

*      Ragam bahasa Indonesia baku
       Ragam baku cirinya tingkat stabilitas yang tinggi, intelektualitas, komunikatif
(kegiatan yang bersifat nasional dan resmi)

*      Bahasa Indonesia ragam ilmiah
Ragam ilmiah merupakan ragam bahasa berdasarkan pengelompokan menurut jenis pemakaiannya dalam bidang kegiatan
Ø  Ciri-ciri bahasa ilmiah
v  Baku : Struktur bahasa yang digunakan sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia baku, baik mengenai struktur kalimat maupun kata.
Contoh :
Salah
Dikarenakan kekurangan dana, modal, tenaga, dan lain sebagainya, maka proyek itu kita terpaksa serahkan kepada pengusaha asing.

Perbaikan
Karena kekurangan modal, tenaga, dan lain-lain, pelaksanaan proyek itu terpaksa diserahkan kepada pengusaha asing.

v  Logis : Ide atau pesan yang disampaikan melalui bahasa Indonesia ragam ilmiah dapat diterima akal
Contoh :
Salah
Orang yang sering menggunakan alat itu harus sering diservis supaya tidak cepat rusak.

Perbaikan
Alat yang sering digunakan harus sering diservis supaya tidak cepat rusak.

v  Kuantitatif : Keterangan yang dikemukakan pada kalimat dapat diukur secara pasti.
Contoh :
Salah
Untuk menanam pohon berikut itu, diperlukan lubang yang cukup dalam.

Perbaikan
Untuk menanam pohon itu, diperlukan lubang dengan kedalaman satu meter

v  Tepat : Ide yang diungkapkan harus sesuai dengan ide yang dimaksudkan oleh penutur atau penulis dan tidak mengandung makna ganda.
Contoh :
Salah
Atap bangunan yang sudah rusak itu dari sirap.
Atap-bangunan yang sudah rusak itu dari sirap.

Perbaikan
Atap bangunan-yang sudah rusak itu dari sirap.
Bangunan yang sudah rusak itu, atapnya dari sirap

v  Denotatif : Kata yang digunakan dipilih sesuai dengan arti sesungguhnya dan tidak melibatkan perasaan karena sifat ilmu itu objektif.
Contoh :
Salah
Kota-kota besar tidak pernah tidur padat dengan pabrik-pabrik yang berjalan terus tanpa lelah.

Benar
Dikota-kota besar, kegiatan hidup tidak pernah berhenti baik siang maupun malam

v  Ringkas : Ide/ gagasan diungkapkan dengan kalimat-kalimat pendek sesuai dengan kebutuhan, pemakaian kata seperlunya, tidak berlebihan, tetapi isinya padat.
Contoh :
Salah
Sebaiknya letak rumah tidak dekat dengan rawa-rawa dan sedapat mungkin letak rumah tidak  pula dengan tempat ramai sebab bila dekat dengan tempat ramai, kita tidak dapat beristirahat dengan baik.

Perbaikan
Sebaiknya, letak rumah jauh dari rawa-rawa dan dari tempat yang ramai agar penghuni rumah tersebut dapat beristirahat dengan baik.

v  Runtun : Ide diungkapkan secara teratur dengan urutan dan ttingkatannya baik dalam kalimat maupun dalam alinia.
Contoh :
Salah
Pada masa kini kemampuan masyarakat untuk memiliki kendaraan semakin besar. Seiring dengan majunya peroutomotifan yang mengeluarkan produk kendaraannya dengan berbagai model dan berbagai kualitas, mereka dapat memperolehnya.

perbaikan
Semakin majunya suatu produk kendaraan makin banyak memberikan kemudahan untuk memeliharanya. Kenyataannya para pemilik kendaraan tidak cukup memiliki keterampilan dan pengetahuan tentang pemeliharaan kendaraan

Ø  Penyimpangan bahasa ragam ilmiah
v  Pengaruh bahasa dan dialek;
v  Pengaruh bahasa asing;
v  Mengandung makna ganda;
v  Bermakna tidak logis;
v  Kalimat terlalu panjang;
v  Struktur kalimat rancu;
v  Ketidaklengkapan unsur dalam kalimat itu.

  1. Ejaan
Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang disem-purnakan berdasarkan Kepmen P dan K Nomor 0543/a/U/1997, menjadi pedoman yang sebaiknya digunakan dalam penulisan karya ilmiah dalam bahasa Indonesia sepanjang masih berlaku. Pedoman tersebut secara rinci menjelaskan tata cara pemenggalan kata, pemakaian huruf kapital dan huruf miring, penulisan kata, ejaan dan peristilahan. Setidak-tidaknya pedoman tersebut dipunyai dan selalu dipakai oleh seseorang dalam penulisan karya ilmiah yang disajikan dalam bahasa Indonesia.

  1. Paragraf
Paragraf yang baik didahului penataan kalimat yang baik. Kalimat disusun dari deretan kata sesuai aturan dan kaedah bahasa. Selain kalimat memiliki pokok bahasan, yang disebut sebagai pokok kalimat (subjek), bahagian kalimat lainnya memberikan pokok bahasan yang dinamai sebutan (predikat). Pada karangan ilmiah harus digunakan kalimat yang lengkap. Setidak-tidaknya memiliki kedua unsur kalimat tersebut.
a.    Pengertian
Paragraf adalah suatu bagian dari sebuah karangan atau karya ilmiah yang mana cara penulisannya harus dimulai degan garis baru.
b.    Sayarat Paragraf
1)    Kesatuan yang mengandung satu ide pokok yang padu
(sebuah paragraf harus menyatakan suatu maksud atau tema dengan jelas yang terkandung dalam kalimat pokok)
2)    Koherensi
(sebua paragraf harus terlihat dengan jelas adanya kekompakan hubungan kalmat yang satu dengan kalimat lain yang mementuk paragaf itu)
c.    Macam Paragraf
1)    Proses berpikir
a)    Secara Deduktif
(kalimat pokok yang biasanya merupakan pernyataan umum atau kesimpulan ditempatkan pada awal paragraf. Kalimat-kalimat berikutnya merupakan penjelasan atau penjabaran ide yang ditemukan pada kalimat pokok)
b)    Secara Induktif
(Kalimat pokok atau kesimpulan ditempatkan pada akhir paragraf.  Dengan demikian kalimat-kalimat yang merupakan penjelasan atau penjabaran pokok  masalah ditempatkan pada awal paragraf.
c)    Secara induktif-deduktif
(Kalimat pokok ditempatkan pada awal   juga pada akhir paragraf. Kalimat pokok pada akhir paragraf merupakan pengulangan kalimat pokok pada awal paragraf. Dimaksudkan untuk mempertegas suatu pernyataan)

d)    Secara deskriptif
(kalimat pokok tidak tercantum secara eksplisit.             Dengan memaca keseluruhan paragraf itu, kita dapat menyimpulkan apa yang mejadi kalimat pokok atau        kesimpulan paragraf tersebut.

2)    Cara memberi penjelasan
a)    Dengan urutan kejadian
(Paragraf ini dikembangkan dengan cara membeberkan suatu hal sesuai dengan urutan proses terjadinya)
b)    Dengan contoh
(Kalimat pokok disusul dengan kalimat penjelasan yang berupa contoh)
c)    Dengan perbandingan
(Ide pokok yang dijelaskan dengan membandingkan dua pihak. Hal-hal yang dibandingkan itu misalnya persamaan-persamaan dan perbedaan-perbedaan yang        terdapat pada kedua hal itu)
d)    Dengan analogi
(Penjelasan kalimat pokok dilakukan dengan jalan mempersamakan dua pihak. Sebagai contoh, pencabangan sebuah bahasa dibandingkan atau diumpamakan dengan sebuah pohon)
e)    Dengan pertanyaan
(Dilakukan untuk menarik minat pembaca pada             masalah yang akan dibicarakan setelah pertanyaan,           disusul dengan kalimat penjelasan yang merupakan             jawaban pertanyaan tadi)
f)     Dengan rangkaian sebab akibat
(pengembangan paragraf dapat juga dilakukan denganmenyatakan kalimat demi kalimat yang mempunyai hubungan sebab akibat)


g)    Dengan pengulangan
(paragraf ini menjelaskan suatu hal dengan menyebutkan kembali kata atau bagian yang dianggap penting pada kalimat lain. Maksudnya selain mengingatkan pembaca atau mempertegas, juga supaya jelas kesinambungan kalimat yang sat dengan kalimat berikutnya)
Setiap paragraf tidak selalu murni menggunakan salah-satu cara pengembangan ide. Umpamanya paragraf bisa bersifat deduktif sekaligus merupakan paragraf. Dilihat dari segi kedudukan/ fungsinya dalam karangan, paragraf dapat pula dieda-bedakan sebagai berikut :
1.   Paragraf pendahuluan yaitu paragraf-paragraf yang       berfungsi sebagai pembuka pembicaraan
2.   Paragraf penjelasan/ paragraf perantara yaitu paragraf-paragraf yang berfungsi sebagai penjelas
3.   Paragraf penutup biasanya berisi kesimpulan

  1. Teknik Penulisan Karya Ilmiah
Penulisan karya tulis ilmiah memerlukan persyaratan baik formal maupun materiil. Persyaratan formal menyangkut kebiasaan yang harus diikuti dalam penulisan, sedangkan persyaratan materil menyangkut isi tulisan. Sebuah tulisan akan mudah dipahami dan menarik apabila isi dan cara penulisannya memenuhi persyaratan dan kebiasaan umum. Dalam tulisan singkat ini akan digambarkan beberapa hal yang penting yang perlu diperhatikan oleh penulis sebuah karya tulis ilmiah termasuk laporan penelitian.
a.   Topik 
Topik atau pokok pembicaraan berasal dari kata Yunani "topoi". Dalam suatu karangan, topik merupakan landasan yang dapat dipergunakan oleh seorang pengarang untuk menyampaikan maksudnya. Banyaknya hal yang dapat dipergunakan sebagai sumber penentuan topik sebuah karangan misalnya: pengalaman, keluarga, karier, alam sekitar, masalah kemasyarakatan, kebudayaan, ilmu pengetahuan, cita-cita, dan sebagainya.
Dari bermacam-macam hal yang dijadikan topik tersebut, seorang pengarang dapat menyusun karangan dalam bentuk:
1)    Kisahan (Narasi):
karangan yang berkenaan dengan rangkaian peristiwa.
2)    Perian (Deskripsi):
karangan yang melukiskan sesuatu sesuai dengankeadaan sebenarnya sehingga pembaca dapat mencitrai (melihat,mendengar, mencium, merasakan) apa yang dilukiskan itu sesuai dengan citra penulisnya.
3)    Paparan (Eksposisi):
karangan yang berusaha menerangkan ataumenjelaskari pokok pikiran yang dapat memperluas pengetahuan pembacakarangan itu.
4)    Bahasan (Argumentasi):
karangan yang berusaha memberikan alasanuntuk memperkuat atau menolak suatu pendapat, pendirian, atau gagasan
Adapun Syarat-syarat dalam perumusan topik:
1)    Topik harus menarik perhatian penulis untuk dapat menghasilkan karangan yang baik dengan data yang lengkap, seorang penulis harus memilih topik yang menarik perhatiannya. Topik yang tidak disenangi akan menimbulkan penulis dalam menyelesaikan tulisan. Sehingga pencarian data dan informasi untuk melengkapi karangan akan dilakukan dengan terpaksa.
2)    Topik harus diketahui oleh penulis. Seorang penulis sebelum memulai menulis seyogyanya sudah mempunyai pengetahuan tentang hal-hal atau prinsip-prinsip dasar dari topik yang dipilih. Berdasarkan prinsip-prinsip dasar tersebut, seorang penulis dapat mengembangkan tulisannya menjadi suatu tulisan menarik, dengan  cara melengkapi tulisan tersebut melaui penelitian maupun penelitian lapangan.
3)    Topik yang dipilih sebaiknya:
a). Tidak terlalu baru
            Topik yang terlalu baru  memang  menarik untuk ditulis seringkali penulis
mengalami hambatan dalam memperoleh data kepustakaan yang akan dipakai sebagai landasan atau penunjang data kepustakaan yang diperoleh mungkin terbatas pada berita dalam surat kabar atau majalah popular.

b) Tidak terlalu teknis
Karangan yang terlalu teknis kurang dapat menonjolkan segi ilmiah, Tulisan semacam ini biasanya bersifat sebagai petunjuk tentang bagaimana tatra cara melakukan sesuatu, tanpa mengupas teori-teori yang ada.
c) Tidak terlalu kontroversial 
Suatu tulisan yang mempunyai topik kontoversial menguraikan hal-hal diluar yang menjadi pendapat umum. Tulisan semacam ini sering menimbulkan permasalahan bagi penulisnya.
Contoh:
Topik : Produksi Batu Bara

b.   Tema
Tema berasal dari kata Yunani "tithenai". Tema mempunyai dua pengertian yaitu :
1)    Suatu pesan utama yang disampaikan oleh penulis melalui tulisannya.
2)    Suatu perumusan dari topik yang akan dijadikan landasan pembicaraan dan tujuan yang ingin dicapai.
Sebuah tulisan dikatakan baik apabila tema dikembangkan secara terinci dan jelas. Adanya gagasan sentral, rincian yang teratur dan susunan kalimat  yang jelas akan menghasilkan karangan yang menarik dan enak dibaca. Di samping itu, seorang penulis juga harus menampilkan keaslian tulisannya. Keaslian tersebut dapat dilihat dari beberapa hal, misalnya pokok permasalahan, sudut pandangan, cara pendekatan atau gaya bahasa dan tulisannya.
Contoh:
Tema  : Peningkatan Produksi Tambang Batu Bara Umbilin melalui pengunaan alat modern dan sistem yang efisien

c.   Judul
Apabila topik dan tema sudah ditentukan barulah penulis merumuskan judul karya tulisnya. Judul yang dirumuskan sifatnya tentatif, karena selama proses penulisan ada kemungkinan judul berubah. Faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam merumuskan judul:
1)    Judul hendaknya relevan dengan tema dan bagian-bagian dari tulisan tersebut;
2)    Judul menimbulkan rasa ingin tahu seorang untuk membaca tulisan itu (bersifat provokatif);
3)    Judul tidak mempergunakan kalimat yang terlalu panjang, jika judul terlalu panjang, dapat dibuat judul utama dan judul tambahan (subjudul);
4)    Pada penulisan tertentu (yang ada hubungan sebab-akibat) seyogyanya judul harus memiliki independent variable, (variabel bebas) dan, dependent variable, (variabel terikat).
Contoh:
Judul : Upaya Peningkatan Produksi Tambang Batu bara Umbilin

d.   Kerangka Karangan
Agar penulis dapat menerangkan isi karangannnya secara teratur dan terinci, diperlukan suatu kerangka karangan. Kerangka karangan akan membantu penulis untuk menyusun karangan yang logis dan teratur, karena kerangka karangan merupakan suatu rencana kerja seorang penulis.
Kegunaan kerangka karangan:
1)    Untuk menyusun karangan secara teratur.
2)    Membantu penulis menciptakan klimaks yang berbeda-beda.
3)    Menghindari penguraian topik secara berulang-ulang.
4)    Memudahkan mencari materi pembantu.
Perumusan kerangka karangan dapat dilakukan dengan dua cara:
1)    Kerangka kalimat 
Kerangka kalimat merumuskan tiap bagian karangan dengan kalimat berita yang lengkap. Dengan demikian tujuan dan pokok pembahasan akan dapat diketahui secara jelas baik oleh penulis sendiri maupun orang lain.

2)    Kerangka topik 
Perumusan kerangka topik dilakukan dengan menggunakan kata atau frasa. Kerangka semacam ini kurang memberikan kejelasan bagi orang lain yang membacanya.

e.   Bentuk Lahiriah
Karya tulis dari sudut bentuk dibedakan atas karya formal, semi formal, dan nonformal, sebaliknya informal bukan menyangkut bentuk tetapi menyangkut keresmian. Tulisan dari sudut ini dibedakan atas tulisan formal (=formil) dan informal (=informal). Karya tulis formal adalah suatu tulisan/ karangan yang memenuhi semua persyaratan lahiriah yang ditentukan oleh kebiasaan, sedangkan karya tulis yang memenuhi sebagian dari syarat formal disebut semi formal. Apabila suatu tulisan tidak memenuhi persyaratan yang ditentukan, maka tulisan tersebut disebut non formal Tulisan disebut informal apabila tidak menggunakan bahasa resmi, di samping itu penulis juga memakai kata ganti orang pertama sebagai pengganti nama dirinya seolah-olah ia berhadapan dengan pembacanya (personal). Bentuk lahiriah yang harus dipenuhi oleh suatu tulisan formal.
Dalam penyusunan tugas akhir, mahasiswa diwajibkan menulis karya ilmiahnya mengikuti aturan-aturan etika ilmiah, diataranya mencantumkan buku sumber dan pengarang serta penerbitnya sesuai dengan yang diperlukan, pada tiap bab serta didaftar pustakanya.
Dalam hal ini sistematika penyusunan karya ilmiah, harus sesuai dengan aturan buku yang berlaku. Tidak diperkenankan menulis ucapan terima kasih/ persembahan diluar kata pengantar dan tidak ada hubungannya dengan penulisan tugas akhir.
Secara garis besar sistematika penulisan karya ilmiah terdiri dari :
BAB    I     PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang Penelitian
B.    Identifikasi Masalah
C.   Rumusan Masalah
D.   Batasan masalah
E.    Tujuan Penelitian
F.    Kegunaan Penelitian
G.   Metode Penelitian
H.   Definisi Operasional
I.      Kerangka Berpikir
J.    Sistematika Penulisan

BAB    II    LANDASAN TEORI
A.     
B.    dst

BAB    III   HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASANNYA
A.  
B.   dst

BAB    IV   KESIMPULAN DAN SARAN-SARAN
A.   Kesimpulan
B.    Saran-saran

DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN-LAMPIRAN (Dokumen-dokumen yang mendukung)
RIWAYAT HIDUP PENULIS

PENJELASAN KERANGKA PENULISAN TUGAS AKHIR

Di bawah ini akan dijelaskan secara garis besar isi dari masing-masing isi bab dan sub-bab serta hal-hal lainnya.

Cover Depan

Cover depan berisi judul dan pernyataan maksud penulisan.

 Lembar Pengesahan

Lembar pengesahan berisi kedudukan pembimbing pertama dan pembimbing kedua serta diketahui oleh ketua program studi.

Kata Pengantar

§  Penjelasan dari tentang judul Tugas  akhir dengan uraian singkat tentang alasan-alasan pemilihan judul.
§  Penjelasan tentang tujuanTugas akhir.
§  Ucapan terima kasih (singkat dan padat).

Abstrak

Abstrak merupakan uraian singkat tetapi lengkap yang dimulai dengan judul permasalahan, pendekatan terhadap masalah, landasan teoritik yang digunakan, hasil temuan dan rekomendasi. Abstrak ini cukup 1 (satu) halaman diketik satu spasi.

Daftar Isi

Menguraikan tentang isi Tugas akhir mulai dari Kata Pengantar sampai dengan Lampiran-lampiran dilengkapi dengan nomor halaman awal. Mulai Kata Pengantar sampai Daftar Simbol menggunakan nomor halaman  ( misal : i, ii, iii, iv dst ).

Daftar Gambar

Menguraikan tentang daftar gambar-gambar yang digunakan di dalam skripsi Minor. Penulisan nomor gambar diletakan di bawah Gambar dengan format Nomor_Bab – Nomor_Gambar  : Nama_Gambar, misalnya Gambar 3-2 artinya gambar pada bab III yang kedua. Selain itu diikuti dengan Nama gambar, misalnya Gambar 3-2 : Gambar Bantalan Bola Alur Baris

Daftar Tabel

Menguraikan tentang daftar tabel-tabel yang digunakan di dalam skripsi Minor. Penulisan nomor Tabel diletakan di bawah Tabel dengan format Nomor_Bab – Nomor_Tabel : Nama_Tabel, misalnya Tabel 3-2 artinya tabel pada bab III yang kedua. Selain itu diikuti dengan Nama Tabel, misalnya Tabel 3-2 :Tabel Penggunaan Bantalan


Daftar Simbol
Berisi uraian singkat setiap simbol yang digunakan dalam tulisan ybs. Misalnya daftar simbol Alur Informasi, , dll.

Daftar Lampiran
Daftar lampiran ini mempunyai fungsi yang sama dengan daftar-daftar yang lain yakni menyajikan lampiran secara berurutan. Dalam daftar lampiran disajikan Nomor urut Lampiran (dengan satu angka Arab), Nama Lampiran, dan Nomor Halaman tempat masing-masing dimana lampiran terletak dalam karya tulis ilmiah yang bersangkutan.

BAB I  PENDAHULUAN

Pendahuluan merupakan bagian awal dari tugas akhir, berisi tentang ilustrasi keseluruhan isi tugas akhir mulai dari Latar Belakang Penelitian, Persoalan apa yang diangkat. Selain itu menggambarkan tentang lingkup sistem yang akan dibahas. Pada bab ini juga digambarkan tentang sistematika penulisan tugas akhir.
Hal-hal yang harus diperhatikan dalam studi pendahuluan adalah sebagai berikut :
·         Studi pendahuluan merupakan tahapan yang harus dilakukan dalam suatu penelitian untuk mendapatkan data dan informasi yang bisa dipertanggungjawabkan.
·         Studi pendahuluan penting dilakukan untuk memastikan kebenaran dari fenomena yang terjadi
·         Mengumpulkan bukti fisik dari fenomena yang terjadi
·         Studi pendahuluan juga mencakup studi kepustakaan yang mendukung kepada fenomena atau fakta yang diamati.

A. Latar Belakang Penelitian
Penjelasan tentang penyebab timbulnya persoalan, mengapa persoalan ini perlu diangkat dan perlu dilakukan perubahan sistem yang ada dengan perubahan/ temuan baru / fenomena masalah.
 
B. Identifikasi Masalah
Identifikasi masalah menjelasakan masalah inti yang menjadi focus penelitian

C.  Rumusan Masalah
Rumusan masalah merupakan gambaran secara umum mengenai ruang lingkup penelitian dan penelaahan variabel penelitian. Ali (1987:36) berpendapat bahwa : “Rumusan masalah pada hakekatnya merupakan generalisasi deskripsi ruang lingkup masalah penelitian dalam pembatasan dimensi dan variabel yang tercakup di dalamnya. Dengan demikian rumusan masalah dapat membatasi, menspesifikasi dan memperjelas masalah yang diteliti.

D. Batasan Permasalahan
Penjelasan tentang batasan permasalahan serta ruang lingkupnya. Batasan permasalahan bisa dari permasalahan yang dibatasi pada point-point tertentu saja atau menjelaskan tentang ruang lingkup sistem yang akan dibahas.

E.   Tujuan Penelitian
Rumusan tujuan penulisan/ studi ini menyajikan hasil yang ingin dicapai setelah penelitian selesai dilakukan. Oleh karena itu rumusan tujuan ini harus konsisten dengan rumusan masalah dan mencerminkan pula proses penelitiannya. Rumusan tujuan penelitian tidak boleh sama dengan dengan rumusan maksud penulisan tugas akhir.
Tujuan penelitian terdiri atas tujuan umum dan tujuan khusus. Tujuan umum menggambarkan secara singkat dalam satu kalimat apa yang ingin dicapai melalui penelitian. Tujuan khusus dirumuskan dalam bentuk butir-butir yang secara spesifik mengacu kepada pertanyaan-pertanyaan penelitian.

F.   Kegunaan Penelitian
      Kegunaan penelitian menjelasakan manfaat dari temuan penelitian yang diharapkan

G. Metode Penelitian
Metode merupakan cara yang digunakan untuk mencapai tujuan penelitian yang sudah ditetapkan. Sebagaimana yang dikemukakan Winarno Surakhmad (1998:131) :
Metode merupakan cara utama yang digunakan untuk mencapai tujuan. Misalnya untuk menguji serangkaian hipotesis, dengan mempergunakan teknik serta alat-alat tertentu. Cara utama itu dipergunakan setelah penyelidikan serta situasi penyelidikan.
Dengan demikian metode yang digunakan dalam penelitian dapat berupa metode penelitian histories, deskriptif, inferensial, atau eksperimental. Sedangkan dalam hal teknik pengumpulan data dapat disebut teknik angket, wawancara, obervasi partisipatif, observasi non partisipatif, atau tes. Jika dipandang perlu dapat pula dimasukan pendekatan sosiologis, pendekatan edukatif dan sebagainya.

H.  Definisi Operasional
Denefinisi operasional adalah suatu definisi yang diberikan kepada suatu variabel atau konstrak dengan cara memberikan arti, atau menspesifikasikan kegiatan, ataupun memberikan suatu operasional yang diperlukan untuk mengukur konstrak atau varibel tersebut. Definisi operasional yang dibuat dapat berbentuk definisi operasional yang diukur (measured), ataupun definisi operasional eksperimental.
Definisi operasional yang dimaksud adalah untuk menghindari munculnya berbagai penafsiran yang berbeda terhadap istilah-istilah yang digunakan dalam penelitian.

I.        Kerangka Berpikir
·            Kerangka pemikiran adalah suatu alur berpikir ilmiah dalam melakukan suatu penelitian.
·            Kerangka pemikiran berisi konsep-konsep yang akan dipergunakan dalam penelitian dan keterkaitan antara satu variable dengan variable yang lainnya.
·            Kerangka pemikiran merupakan dasar untuk menyusun paradigma penelitian.
·            Paradigma penelitian merupakan dasar untuk menyusun operasionalisasi variable.

BAB II  LANDASAN TEORITIS/KAJIAN PUSTAKA

Teori, merupakan suatu kumpulan (constructs) atau konsep (consepts), definisi (definitions), dan proposisi (propositions) yang menggambarkan fenomena secara sistematis melalui penentuan hubungan antar variabel dengan tujuan untuk menjelaskan (memprediksi) suatu fenomena.

BAB III : PEMBAHASAN


BAB IV : KESIMPULAN DAN SARAN-SARAN

Berisi kesimpulan dan saran-saran secara umum.

A.  Kesimpulan
Berisi jawaban dari persoalan yang timbul, apakah bisa terpecahkan atau tidak. Simpulkan dari uraian hasil serta Kendala dan Kesempatan yang ada dengan Rancangan Sistem Baru yang dihasilkan.

B.  Saran-saran
Ada beberapa macam yaitu saran untuk pengembangan lanjut sistem yang dirancang, untuk perusahaan, untuk institusi serta untuk pribadi.

DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN-LAMPIRAN (Dokumen-dokumen yang mendukung)
RIWAYAT HIDUP PENULIS
Karya tulis formal harus memakai bahasa resmi dan tanpa menyebutkan nama diri atau nama pengganti penulis (impersonal) misalnya kata saya, kami , kita, kecuali hanya pada kata pengantar



f.    Teknik Pengetikan
Untuk penyeragaman penulisan tugas akhir, maka perlu adanya penyeragaman penulisan sesuai dengan aturan tata tulis karya Ilmiah. Tugas akhir ditulis dengan menggunakan kertas HVS 80 gram ukuran A4 atau kuato. Pengetikan tugas akhir perlu mengikutiaturan-aturan sebagai berikut :
1.    Diketik dengan menggunkan komputer, jenis hurup Times New Roman atau Arial ukuran 12.
2.    Jarak antara baris satu dengan baris berikutnya pada isi Bab adalah 2 spasi. Jarak pengetikan dua spasi ini berlaku pula bagi jarak penulisan pada Daftar Isi.
3.    Batas tepi kiri, tepi atas, tepi kanan, dan tepi bawah masing-masing adalah kurang lebih 4 cm, 4 cm, 3 cm dan 3 cm.
4.    Pengetikan paragraph baru dimulai dengan awal kalimat yang menjorok masuk ke dalam dengan lima pukulan tik dari tepi kiri atau lima huruf (1 tab) bila dengan komputer.
5.    Penulisan judul Bab dan sub-sub menggunakan HURUF KAPITAL SEMUA, tanpa garis bawah dantanpa titik. Nomor Bab menggunakan angka Romawi, Setiap awal darijudul sub-bab harus ditulis dengan HURUF KAPITAL, kecuali kata sambung. Nomor urut bagijudul paragraph menggunakan angka arb atau abjad.
6.    Cara penomoran dapat menggunakan salahsatu cara dari kedua cara berikut ini:
7.    Cara pertama : A., 1., a., 1), a), (1), (a) dst
8.    Cara kedua : 1., 1.1, 1.1.1, dst
9.    Penomoran ini harus digunakan secara konsisten, jadi tidak boleh dicampur adukan
10.  Penulisan nomor halaman setiap awal bab di tengah bawah dan berikutnya dikanan atas dengan  menggunkaan Header and Footer.
11.  Penulisan judul table ditulis di sebelah atas table, sedangkan judul untuk bagan, diagram, ataugambar, ditulis disebelah bawah.

g.   Sampul Luar

Sampul luar atau Jilid Tugas akhir (hard cover) berisi (1) judul (dicetak dengan HURUF KAPITAL SEMUA dan tidak boleh menggunakan singkatan; jika ada sub-judul, maka yang ditulis dengan huruf besar hanya huruf awal dari setiap kata, (2) maksud penulisan tugas akhir; (3) logo; (4) nama penulis; (5) nomor induk; (6) nama Program Studi, Konsentrasi dan nama Perguruan Tinggi; (7) tahun penulisan.
Rumusan maksud  penulisan tugas akhir ditulis :

Diajukan untuk Memenuhi Sebagian dari
Syarat untuk memperoleh Gelar Ahli Madya
Program Studi …………. Konsentrasi ……….

 

h.    Sampul Dalam

Isi sampul dalam sama persis dengan apa yang ditulis dalam sampul luar.

i.    Halaman Pernyataan

Halaman ini disediakan untuk pernyataan keaslian tugas akhir.

Pernyataan tugas akhir adalah sebagai berikut :



SURAT PERNYATAAN

“Saya menyatakan bahwa tugas akhir ini dengan judul ………. beserta seluruh isinya adalah sepenuhnya karya saya sendiri, dan saya tidak melakukan penjiplakan atau pengutipan dengan cara-cara yang tidak sesuai dengan etika keilmuan yang berlaku dalam masyarakat keilmuan. Atas pernyataan ini, saya siap menanggung resiko/ sanksi yang dijatuhkan kepada saya apabila dikemudian ditemukan adanya pelanggaran terhadap etika keilmuan dalam karya saya ini”.


Tempat, tanggal, tahun
Yang membuat pernyataan,
              ttd
          Penulis








j.    Halaman Pengesahan

Halaman ini disediakan khusus untuk tanda tangan pengesahan dari para pembimbing dan ketua Program Studi. Nama pembimbing dan ketua Program Studi ditulis lengkap dengan gelar akademiknya dengan menggunkan hurup kecil kecuali hurup pertama.


k.   Cara Penulisan Kutipan dan Sumber Kutipan

Aturan yang perlu diketahui dalam penulisan kutipan dan sumber kutipan adalah sebagai berikut :
1.    Kutipan ditulis dengan menggunkan “dua tanda petik” jika kutipan ini merupakan kutipan pertama atau dikutip dari penulisnya. Jika kutipan itu diambil dari kutipan, maka kutipan tersebut ditulis dengan menggunkan ‘satu tanda petik’

2.    Jika kalimat yang dikutip terdiri atas tiga baris atau kurang, kutipan ditulis dengan menggunkan tanda petik (sesuai dengan ketentuan pertama) dan penulisannya digabung ke dalam paragraph yang ditulis oleh pengutip dan diketik dengan jarak dua spasi. Jika lebih dari tiga baris kutipan dipisah dengan paragraph yang berbeda.
Contoh :
Salah satu dimensi kehidupan efektif-emosional ialah kemampuan memberi dan menerima cinta, bukan cinta dalam arti yang penuh romantik atau memberikan perlindungan yang berlebihan, melainkan cinta dalamm arti “… a relationship that nourishes us as we give, and enriches us as we spend, and permits ego and alter ego to grow in mutual harmony” (Cole, 1993: 832).

3.   Jika kalimat yang dikutip terdiri atas empat baris atau lebih, maka kutipan ditulis tanpa tanda kutip dan diketik dengan jarak satu spasi. Baris pertama diketik mulai pada pukulan ke enam dan baris kedua diketik mulai pukulan ke empat.

4.   Jika bagian dari yang dikutip ada bagian  yang dihilangkan, maka penulisan bagian itu diganti dengan tiga buah titik.

5.    Penulisan sumber kutipan ada beberapa kemungkinan seperti berikut:
a.   Jika sumber kutipan mendahului kutipan, cara penulisannya adalah nama penulis yang diikuti dengan tahun penerbitan, dan nomor halaman yang dikutip yang keduanya diletakan di dalam kurung.
               Contoh :
   Sebagaimana  yang dikemukakan oleh Sugiyono (1997: 21) bahwa :
 Metode deskriptif  adalah merupakan suatu metode untuk memberikan gambaran terhadap objek yang diteliti melalui sample atau populasi sebagaimana adanya, tanpa melakukan analisis dan membuat kesimpulan yang berlaku umum.

b.    Jika sumber kutipan ditulis setelah kutipan, maka nama penulis, tahun penerbitan, dan nomor halaman yang dikutip semuanya diletakan di dalam kurung.
Contoh :
Metode deskriptif  adalah merupakan suatu metode untuk memberikan gambaran terhadap objek yang diteliti melalui sample atau populasi sebagaimana adanya, tanpa melakukan analisis dan membuat kesimpulan yang berlaku umum. (Sugiyono, 1997: 21)
              
c.    Jika sumber kutipan menunjuk sumber lain atas bagian yang dikutip, maka sumber kutipan yang ditulis tetap sumber kutipan yang digunakan pengutip tetapi dengan menyebut siapa yang mengemukakan pendapat tersebut
Contoh : mengutip pendapat Whitney dari buku M. Nadzir

Whitney (M. Nadzir,1988: 63) mengemukakan bahwa :
Metode deskriptif adalah pencarian fakta dengan interpretasi yang tepat. Penelitian deskriptif mempelajari masalah-masalah dalam masyarakat, serta tata cara yang berlaku dalam masyarakat serta situasi-situasi tertentu, termasuk tentang hubungan, kegiatan-kegiatan, sikap-sikap, pandangan-pandangan, serta proses-proses yang sedang berlangsung dan pengaruh-pengaruh darisuatu penomena.

d.    Jika penulis terdiri atas dua orang, maka nama keluarga kedua penulis tersebut harus disebutkan. Misalnya Sharp dan Green (1996: 1). Kalau penulisnya lebih dari dua orang maka yang disebutkan nama keluarga dari penulis pertama dan diikuti oleh et al. Misalnya, Mc Clelland et al. (1960: 35). Perhatikan titik setelah al. Sebagai singkatan dari ally dan kedua kata itu ditulis dengan hurup miring
e.    Jika masalah yang diikuti dibahas oleh beberapa orang dalam sumber yang berbeda maka cara penulisan sumber kutipan itu adalah seperti berikut.
Beberapa studi tentang anak-anak yang mengalami kesulitan belajar (Dunkey, 1972; Miggs,1976; Parmenter,1976) menunjukan bahwa (tulis intisari rumusan yang dipadukan dari ketiga sumber tersebut).
f.     Jika sumber kutipan itu adalah beberapa karya tulis dari penulis yang sama pada tahun yang sama maka cara penulisannya adalah dengan menambah hurup a, b, dan seterusnya pada tahun penerbitan.
Contoh : (Bray, 1999a, 1999b)
g.    Jika sumber kutipan itu tanpa nama, maka penulisannya adalah (Tn.1975: 34)
h.    Jika yang diutarakan pokok-pokok pikiran seorang penulis, tidak perlu ada kutipan langsung, cukup dengan menyebut sumbernya.

l.    Cara Menulis Angka
Cara menulis angka dalam suatu kalimat adalah sebagai berikut:
1.    Ditulis dengan kata-kata apabila angka tersebut kurang dari 10.
Contoh:
Dalam tiga bulan ini mahasiswa bekerja keras menyelesaikan tugas akhirnya.
2.    Ditulis dengan angka Arab apabila angka tersebut 10 atau lebih.
Contoh:
Dari 30 mahasiswa yang mengikuti sidang, hanya dua orang yang lulus bersyarat.
3.    Untuk symbol kimia, matematika, statistika dst. Penulisan dilakukan apa adanya sesuai dengan kelaziman dalam bidang yang bersangkutan

m.  Cara Menulis Singkatan
Cara menulis singkatan dalam suatu kalimat adalah sebagai berikut:
1.    Untuk penulisan pertama kali satu nama harus ditulis lengkap dan kemudian diikuti dengan singkatan resminya dalam kurung.
Contoh:
Pusat Pengembangan Penataran Guru Teknologi (PPPGT) Bandung merupakan unit pelakana teknis dilingkungan Departemen Pendidikan Nasional
2.    Untuk penulisan berikutnya singkatan resmi yang ada  di dalam kurung digunakan tanpa perlu menuliskan kepanjangannya.
Contoh:
PPPGT Bandung merupakan unit pelakana teknis dilingkungan Departemen Pendidikan Nasional.
3.    Singkatan yang tidak resmi tidak boleh di gunakan.

n.   Cara menulis Daftar Pustaka
Komponen-komponen yang harus dicantumkan dalam daftar pustaka ini adalah sebagai berikut :
1.    Disusun secara alfabetis. Jika huruf awal sama maka huruf kedua dari nama penulis itu menjadi dasar urutan demikian seterusnya.
2.    Nama penulis, dengan cara menuliskan terlebih dahulu nama belakang, kemudian nama (disingkat). Hal ini berlaku untuk semua nama, baik nama asing maupun nama Indonesia. Cara penulisan inilah yang berlaku secara Internasional tanpa mengenal kebangsaan dan tradisi. Tata tulis ilmiah tidak mengenal prinsip nama apakah yang lebih dikenal di masyarakat, melainkan apakah nama belakangnya, tanpa memperhitungkan apakah nama itu merupakan nama keluarga atau bukan.
Misalnya :
Jeffry Wally ditulis Wally, J.
Muhammad Roy Aditya ditulis Roy Aditya, M.
3.    Tahun penerbitan, judul sumber tertulis yang bersangkutan dengan digaris bawahi atau dicetak miring, kota tempat penerbit berada, dan nama penerbit
4.    Baris pertama diketik mulai pukulan pertama dan baris kedua dan seterusnya diketik mulai pukulan kelima atau satu tab dalam komputer. Jarak antara sumber satu dengan sumber berikutnya adalah dua spasi.
Contoh :
Budi. (2005). Sistem Akuntansi. Bandung: PT Gemah Ripah.

Ilyas Erfy. (2000). Panduan ISO 9001:2000, PPPG Teknologi Bandung

Roy Aditya, M. (2005). Perencanaan Pembinaan Teaga Kerja. Bandung: PT Alim Rugi.

Wally, J. (2004). Pengaruh Audit Mutu Internal Terhadap Kinerja Pegawai. Bandung: PT Alim Rugi.

5.    Cara menulis Daftar Pustaka Berdasarkan Jenis Sumber yang digunakan
a.    Sumbernya Jurnal
Penulisan jurnal sebagai daftar pustaka mengikuti urutan : nama belakang penulis, nama depan penulis (disingkat), tahun penerbitan (dalam tanda kurung), dulu artikel (ditulis di antara tanda petik), judul jurnal dengan huruf miring/digaris bawahi dan ditulis penuh, nomor volume dengan angka Arab dan digarisbawahi tanpa didahului dengan singkatan “vol”, nomor penerbitan (jika ada dengan angka arab dan ditulis diantara tanda kurung), nomor halaman dari nomor halaman pertama sampai dengan nomor halaman terakhir tanpa didahului singkaan “pp” atau “h”.
                        Contoh :
Barrett Lennard, G.T. (1983). “The Empathy Cycle: Refinement of A Nuclear Concept”. Journal of Counseling Psychology. 28, (2), 91-100.
           
b.   Sumbernya buku
Kalau sumber ditulisnya berupa buku maka urutan-urutan penulisannya adalah: nama belakang penulis, nama depan (dapat disingkat), tahun penerbitan, judul buku digarisbawahi, edisi, kota asal, penerbit. Daftar Pustaka berupa buku tulis dengan memperhatikan keragaman berikut :
1)    Jika buku ditulis oleh seorang saja:
Poole, M.E. (1976). Social Class and Language Utilization at the Tertiary Level. Bisbane: University of Queensland.

2)    Jika buku ditulis oleh dua tau tiga orang, maka nama semua ditulis.
Dunkin, M.J. dan Biddle, B.J. (1974). The Study of teaching. New York: Holt Rinehart and Winston.

3)    Jika buku ditulis oleh lebih dari  tiga orang, digunakan et al  dicetak miring atau digaris bawahi.
Ghiseli, E. et al. (1974). Measurement Theory For The Behavioral Sciences.. San Francisco: W.H. Freeman and Co.

c.   Sumbernya Internet
1.)   Bila karya perorangan
Pengarang/penyunting. (Tahun). Judul (edisi) [jenis medium]. Tersedia: alamat di Internet. [tanggal diakses]
Contoh:
Thomson, A. (2005).  The  Adult  and  the  Curriculum. [Online]. Tersedia: http:/ /www.ed.uiuc/EPS/PES-Yearbook/2005/Thompson.hotml [30 Juni 2005]

2)    Bila bagian dari karya kolektif
Cara penulisannya:
Pengarang/penyunting. (Tahun). Dalam Sumber (edisi), [Jenis media]. Penerbit. Tersedia: alamat di internet. [tanggal diakses]
Daniel, R.T. (2004). The history of Western Music. In Britanica online: Marcopedia















CONTOH-CONTOH PENULISAN

Sampul Luar dan Sampul Dalam







No. Daftar ….

ANALISIS BANTALAN GELINDING
ALUR BOLA BARIS TUNGGAL PADA
KENDARAAN TOYOTA KIJANG TAHUN 2011




TUGAS AKHIR

Diajukan untuk Memenuhi Sebagian dari
Syarat untuk memperoleh Gelar Ahli Madya
Program Studi Teknik Otomotif Konsentrasi Mekanik Otomotif


 











Disusun oleh :

SYAQIL ARIA MEIZA
TO060012





Line Callout 3 (Border and Accent Bar): Arial, 14, Bold



 




KONSENTRASI MEKANIK OTOMOTIF
PROGRAM STUDI TEKNIK OTOMOTIF
POLITEKNIK TEDC BANDUNG
2012





Lembaran Pengesahan Tugas akhir

LEMBAR PENGESAHAN

SYAQIL ARIA MEIZA
TO060012

ANALISIS BANTALAN GELINDING
ALUR BOLA BARIS TUNGGAL PADA
KENDARAAN TOYOTA KIJANG TAHUN 2011

DISETUJUI DAN DISYAHKAN OLEH PEMBIMBING :

Pemimbing I


Nama dan gelar yang lengkap


Pembimbing II


Nama dan gelar yang lengkap

Mengetahui
Ketua Program Studi,



Nama dan gelar yang lengkap






DAFTAR ISI



KATA PENGANTAR  ………………...........…..……………………………..
DAFTAR ISI   ………………............………………………………………….

BAB    I     PENDAHULUAN
A.   Karya Tulis Ilmiah     ……………………........………………..
B.   Tujuan Penyusunan Buku Pedoman    ……….......…………

BAB    II    PENULISAN MAKALAH
                  A.   Pengertian Makalah    ……………..........…………………….
                  B.   Karakteristik Makalah    …………..........……………………..
                  C.  Syarat Penyusunan Makalah   ……………...........………….
                  D.  Sistematika Makalah    ………………........………………….

BAB    III   PENULISAN LAPORAN UKU, ANOTASI BIBLIOGRAFI
DAN ARTIKEL JURNAL ILMIAH                                             
A.   Pengertian    ……………….........……………………………..

BAB    IV   PENULISAN TUGAS AKHIR
A.   Pengertian    ………………….........…………………………..
B.   Tujuan     ………………………........………………………….
C.  Karakteristik    ………………...........………………………….
D.  Pokok-pokok Pikiran   ……….........………………………….
E.   Prosedur Pembuatan Tugas Akhir    …......………………….
      1.   Persyaratan Mahasiswa    ……….........………………….
      2.   Teknis Pembuatan Tugas Akhir    …….........……………
      3.   Persyaratan Dosen Pembimbing    …..........…………….
      4.   Tugas Pembimbing   ………………….........……………..
      5.   Kerangka Penulisan Tugas Akhir           …………………

BAB    V    TEKNIK PENULISAN
                  A.   Teknik Penulisan    ……………..........………………………..
                  B.   Sampul Luar    ………………….........………………………..
                  C.  Sampul Dalam      ……………….........……………………….
                  D.  Halaman Pernyataan    ………….........………………………
                  E.   Halaman Pengesahan    ………..........……………………….
                  F.   Cara Penulisan Kutipan dan Sumber Kutipan     ….........…..
                  G.  Cara Menulis Angka  ………………………………...........….
                  H.  Cara Menulis Singkatan  ……………………………..........…
I.    Cara Menulis Daftar Pustaka   ..............................................        





0 komentar:

Posting Komentar

Created By Sora Templates